Pages

Ads 468x60px

Rabu, 22 September 2010

8 Langkah Mendepak Virus Pengeksploitasi Celah Windows

Kehadiran virus W32/VBWorm.BEUA atau yang lebih dikenal sebagai virus shortcut yang mengeksploitasi celah keamanan terbilang cukup meresahkan. Sebab, meski berlabel virus lokal, ia tidak hanya memanfaatkan keteledoran pengguna. Namun telah 'naik kelas' dengan menerobos celah keamanan Windows.

Simak 8 langkah praktis untuk mendepak virus yang mampu mengubah folder yang ada di dalam USB flash disk menjadi shortcut tersebut, menurut Adang Jauhar Taufik, analis dari Vaksincom:

1. Nonaktifkan 'System Restore' untuk sementara selama proses pembersihan.

2. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.

3. Matikan proses virus yang aktif di memori dengan menggunakan tools 'Ice Sword'. Setelah tools tersebut terinstal, pilih file yang mempunyai icon 'Microsoft Visual Basic Project' kemudian klik 'Terminate Process'. Silahkan download tools tersebut di http://icesword.en.softonic.com/

4. Hapus registri yang sudah dibuat oleh virus dengan cara:
-. Klik menu [Start]
-. Klik [Run]
-. Ketik REGEDIT.exe, kemudian klik tombol [OK]
-. Pada aplikasi Registry Editor, telusuri key [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
-. Kemudian hapus key yang mempunyai data [C:\Document and Settings\%user%].

5. Disable autoplay/autorun Windows. Copy script di bawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama REPAIR.INF, install file tersebut dengan cara: Klik kanan REPAIR.INF --> INSTALL


[Version]

Signature="$Chicago$"

Provider=Vaksincom



[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del



[UnhookRegKey]

HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""

HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255

6. Hapus File induk dan file duplikat yang dibuat oleh virus termasuk di flash disk. Untuk mempercepat proses pencarian, Anda dapat menggunakan fungsi 'Search'. Sebelum melakukan pencarian sebaiknya tampilkan semua file yang tersembunyi dengan mengubah pada setting Folder Options.

Jangan sampai terjadi kesalahan pada saat menghapus file induk maupun file duplikat yang telah dibuat oleh virus. Lalu hapus file induk virus yang mempunyai ciri-ciri:

-. Icon 'Microsoft Visual Basic Project'.
-. Ukuran File 128 KB (untuk varian lain akan mempunyai ukuran yang bervariasi).
-. Ekstesi file '.EXE' atau '.SCR'.
-. Type file 'Application' atau 'Screen Saver'.

Kemudian hapus File duplikat shortcut yang mempunyai ciri-ciri:

>. Icon Folder atau icon
>. Ekstensi .LNK
>. Type File 'Shortcut'
>. Ukuran file 1 KB

Hapus juga file yang .DLL (contoh: ert.dll) dan file Autorun.inf di flash disk atau folder yang di-share. Sementara untuk menghindari virus tersebut aktif kembali, hapus file induk yang mempunyai ekstensi EXE atau SCR terlebih dahulu baru kemudian hapus file Shortcut (.LNK).

7. Tampilkan kembali folder yang telah disembunyikan oleh virus. Untuk mempercepat proses tersebut, silahkan download tools UnHide File and Folder di http://www.flashshare.com/bfu/download.html.

Setelah diinstall, pilih direktori [C:\Documents and settings] dan folder yang ada di flash disk dengan cara menggeser ke kolom yang sudah tersedia. Pada menu [Attributes] kosongkan semua pilihan yang ada, kemudian klik tombol [Change Attributes].

8. Install security patch 'Microsoft Windows Shell shortcut handling remote code execution vulnerability-MS10-046'. Silakan download security patch tersebut di http://www.microsoft.com/technet/security/Bulletin/MS10-046.mspx

Seperti biasa, untuk pembersihan secara optimal dan menecegah infeksi ulang, sebaiknya install dan scan dengan antivirus yang up-to-date dan sudah dapat mendeteksi virus ini dengan baik. (Sumber : www.detikinet.com)
read more

Selasa, 21 September 2010

5 Langkah Menghilangkan Virus 'Biang Kerok'

Rontokbro bisa dianggap sebagai virus 'biang kerok' lantaran menjadi inspirasi bagi para pembuat virus lokal untuk 'berkreasi'. Kini, virus yang mampu melumpuhkan sejumlah fungsi di OS Windows tersebut kembali menebar teror.

Simak 5 langkah untuk mengenyahkannya menurut analis virus dari Vaksincom, Adang Jauhar Taufik:

1. Disable 'System Restore' (Windows XP/Vista/Windows 7) selama proses pembersihan dilakukan.

2. Matikan proses yang aktif di memori. Norman Security Suite Pro yang dilengkapi dengan fitur Advanced System Reporter menjadi salah satu tools alternatif yang dapat digunakan untuk mengganti tools Task Manager yang diblok oleh virus dengan nama lain W32/Rontokbro.GOL itu.

Berikut langkah untuk mematikan proses virus yang aktif di memori dengan menggunakan Advanced System Reporter.
-. Pada aplikasi Advanced System Reporter, klik tabulasi.
-. Klik kanan pada file virus [lsass.exe, services.exe dan winlogon.exe atau file lain] yang berada di direktori 'C:\Documents and settings\%user%\Local Settings\Application Data'
-. Klik 'Terminate Process', lalu 'Yes'.

Untuk menghapus registry autostart yang dibuat oleh virus, lakukan langkah berikut:
>. Klik tabulasi 'Autostart'.
>. Klik kanan file virus [smss.exe dan Yitnoss.exe] atau file lain yang berada di direktori 'C:\Documents and settings\%user%\Local Settings\Application Data'.
>. Klik 'Terminate Process' jika proses tersebut masih aktif.
>. Kemudian klik "Remove Autorun" untuk menghapus registry autostart yang telah dibuat oleh virus.

3. Pulihkan registri yang sudah diubah oleh virus, untuk mempercepat proses pemulihan silahkan salin script berikut pada program notepad kemudian simpan dengan nama REPAIR.INF, Install file tersebut dengan cara [Klik kanan REPAIR.INF | Install]


[Version]

Signature="$Chicago$"

Provider=Vaksincom Oyee


[DefaultInstall]

AddReg=UnhookRegKey

DelReg=del


[UnhookRegKey]

HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""

HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"


[del]


HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, X84-YitnoDiah

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, Diah-YitnosX84

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoFolderOptions

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableCMD

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System, DisableRegistryTools



4. Hapus file induk dan file duplikat yang dibuat oleh virus dengan menggunakan fungsi Search Windows di semua Drive termasuk Removable Disk [Flash Disk]. Kemudian hapus file berikut: C:\Documents and settings\%user%\Local Settings\Application Data
-. Winlogon.exe
-. services.exe
-. lsass.exe
-. smss.exe
-. inetinfo.exe
-. Diah84.Yitn.oss.txt
-. csrss.exe

* C:\Windows\Inf\Yitnoss.exe
* C:\Documents and settings\%user%\Start Menu\Programs\Startup\YITNO.pif
* C:\Documents and Settings\%user%\Templates\B.Yitnoss.com

Hapus juga file/folder berikut:

C:\Documents and settings\%user%\Local Settings\Application Data

-. 84-DiahLove-Yitn-oss
-. Yitn.oss-3-27
-. Yitn.oss-3-31
-. Diah84.Yitn.oss.txt

5. Untuk pebersihan optimal silahkan install dan scan dengan antivirus yang up-to-date. Anda juga dapat menggunakan tools Norman Malware Cleaner, silahkan download di alamat berikut: Http://www.norman.com/support/support_tools/58732/en

(Sumber : www.detikinet.com)
read more

Selasa, 31 Agustus 2010

Hati-Hati, Link Pembajak Account Menyebar di Facebook

Sebuah link berbahaya diketahui telah menyebar ke pengguna Facebook. Diduga link ini digunakan untuk membajak account pengguna Facebook dari Indonesia.

Adanya link yang sangat mencurigakan tersebut dilaporkan oleh pembaca detikINET, Senin (16/8/2010). Dikabarkan bahwa sejumlah orang sudah menjadi korban aksi tersebut.

Dari informasi yang disampaikan, tampaknya modus yang digunakan adalah phishing dengan memalsukan halaman login ke Facebook. Di bagian atas nampak form login persis seperti Facebook, tempat pengguna bisa memasukkan alamat email dan password Facebook-nya.

Bedanya, setelah form itu diisi, situs akan menampakkan pesan error. Sedangkan di balik layar, alamat email dan password yang dimasukkan akan tersimpan dan bisa disalahgunakan.

Account yang sudah terbajak kemudian akan digunakan pelaku untuk mengirimkan pesan lewat Facebook Chat, ke teman-teman korban. Dalam pesan itu disampaikan lagi link ke halaman jebakan dengan berbagai iming-iming, misalnya koleksi foto.

Link yang digunakan untuk menipu pengguna Facebook itu adalah http://lisensihubud.com/f/fb. Pengguna harus mewaspadai setiap bentuk halaman login menyerupai Facebook yang tidak menggunakan domain Facebook.com. (Sumber : www.detikinet.com)
read more

Jumat, 20 Agustus 2010

Ika-Tako, Virus Gurita Lucu yang Mematikan

Tak selamanya gambar animasi hewan laut itu lucu dan menggemaskan. Buktinya seorang hacker justru sengaja menggunakan gambar tersebut untuk mengambil file-file penting dari komputer yang terinfeksi.

Virus yang dinamai Ika-Tako atau yang berarti gurita ini diketahui mulai menginfeksi komputer sejak Mei lalu melalui situs berbagi fle di Jepang, Winny. Sejak saat itu, virus gurita tersebut telah menyerang 20.000 hingga 50.000 komputer.

Virus itu sendiri menyamar ke dalam file musik yang di-download pengguna. Setelah file dimainkan, virus tersebut kemudian menginfeksi file yang tersimpan di komputer. File yang terinfeksi seketika langsung berubah menjadi gambar cumi-cumi, gurita, atau landak laut, kemudian hilang. Diduga file tersebut langsung terkirim ke server oleh sang peretas.

Sang pembuat virus ternyata hacker yang bernama Masato Nakatsuji. Ia telah berkali-kali ditangkap namun tak pernah kapok. Nakatsuji mengatakan akan tetap mengulangi perbuatannya hanya untuk melihat seberapa banyak program komputer yang berhasil mendeteksi dan menghapus virus buatannya itu.

Seperti dikutip detikINET dari PC World, Jumat (20/8/2010), mengingat banyaknya file orang yang tersimpan di komputernya, banyak pihak yang curiga ada motif lain yang lebih besar di balik penyebaran virusnya yang sepertinya hanya untuk memamerkan keterampilannya berkomputer. (Sumber : www.detikinet.com)
read more

Senin, 16 Agustus 2010

Malware Tersembunyi di File Image

Microsoft Malware Protection Center (MMPC) mengidentifikasi keberadaan malware
atau program jahat yang tersembunyi pada file image.

Dikutip detikINET dari TG Daily, Senin (16/8/2010), malware yang saat ini bersirkulasi pada message board 4chan ternyata adalah tahapan terbaru dari evolusi serangan bernama 4chan.js yang pertamakali muncul pada 2008.

Tidak mengejutkan, perulangan 4chan.js terbaru ini bergantung pada kepercayaan pengguna akan format file image dan ketidaktahuan akan format .HTA.

"File .PNG yang terinfeksi menyimpan data dalam format dikompresi yang tidak tampak berbahaya. Tidakkah Anda lihat tanda berupa bulu-bulu halus di bagian bawah gambar ini? Sebenarnya ini adalah data yang dikompresi lalu disimpan dalam gambar," kata peneliti MMPC Michael Johnson saat menunjukkan salah satu contoh file.

Dikatakan oleh Johnson, pengguna mungkin akan mengikuti instruksi dalam .PNG dan menyimpan file dalam format bitmap atau .BMP dengan ekstensi .HTA.

Menurutnya, si pembuat malware berasumsi rata-rata pengguna akan mengikuti instruksi atau ingin melihat apa yang akan terjadi.

"Tentu saja sebagian besar pengguna akan percaya dengan format image yang ada
dan mungkin tidak akan menyadari bahwa file image yang sama bisa berisi script malware," katanya.

Dia kemudian menyarankan agar pengguna tidak mengikuti instruksi yang muncul
pada gambar. Terutama jika instruksi tersebut mengharuskan mengubah file dengan berbagai cara dan menjalankannya. "Bahkan kami menyarankan untuk tidak
menjalankan file acak berformat .HTA sama sekali," tutupnya.

(Sumber : www.detikinet.com)
read more